Berita  

Ratusan Hektare Sawah Tangerang Puso Terancam Akibat Kemarau Panjang

Ratusan Hektare Sawah Tangerang Puso

Dampak kemarau panjang mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor pertanian Kabupaten Tangerang, Banten. Data terbaru mengenai Ratusan Hektare Sawah Tangerang Puso menunjukkan sedikitnya 311,75 hektare lahan pertanian terancam mengalami gagal panen akibat kekeringan. Angka tersebut berdasarkan pendataan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang hingga 9 September 2026. Pemerintah daerah juga mengingatkan luas lahan yang terdampak masih berpotensi bertambah apabila kondisi kemarau terus berlangsung dalam beberapa waktu mendatang.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sawah yang kekurangan pasokan air tidak hanya mengalami penurunan produktivitas, tetapi dalam kondisi berat dapat berakhir puso. Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kekeringan. Lahan yang menghadapi ancaman gagal panen tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi dengan petani dan petugas pertanian di lapangan.

Sebanyak 311,75 Hektare Sawah Terancam Puso

DPKP Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 311,75 hektare lahan pertanian diperkirakan terdampak ancaman puso. Data tersebut merupakan kondisi yang tercatat hingga 9 September 2026 dan disampaikan Kepala DPKP Kabupaten Tangerang pada Selasa, 15 September.

Istilah “terancam puso” penting diperhatikan karena tidak berarti seluruh 311,75 hektare tersebut telah dipastikan gagal panen. Kondisi tanaman masih terus dipantau, tetapi risiko kerusakan meningkat apabila kebutuhan air tidak terpenuhi dan musim kemarau berlangsung lebih lama.

Kekeringan Menjadi Ancaman Utama Pertanian Tangerang

Kemarau panjang menjadi penyebab utama meningkatnya risiko gagal panen. Berkurangnya ketersediaan air membuat sebagian area pertanian kesulitan memperoleh pasokan yang memadai, terutama sawah yang sangat bergantung pada ketersediaan air permukaan maupun jaringan irigasi.

Situasi tersebut sebelumnya juga terlihat di wilayah Pantai Utara Kabupaten Tangerang. Kawasan Kronjo, Mekar Baru, dan Gunung Kaler dilaporkan mengalami krisis air yang membuat ratusan hektare sawah menghadapi kekeringan berat. Penurunan debit air dari hulu dan berkurangnya sumber air menjadi persoalan bagi tanaman yang masih berada dalam fase pertumbuhan.

Ancaman Puso Tersebar di 17 Kecamatan

Dampak kekeringan tidak terkonsentrasi pada satu lokasi saja. Informasi terbaru menyebut lahan pertanian yang menghadapi risiko puso tersebar di 17 kecamatan dan puluhan desa di Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut membuat penanganan kekeringan menjadi tantangan yang cukup besar bagi pemerintah daerah.

Sawah Tangerang terancam gagal panen juga masih berpotensi bertambah luas mengikuti perkembangan iklim. Karena itu, pembaruan data lapangan diperlukan untuk mengetahui tanaman yang masih dapat diselamatkan dan lahan yang benar-benar mengalami puso.

Pantura Tangerang Menghadapi Krisis Air

Wilayah Pantura menjadi salah satu kawasan yang menghadapi tekanan cukup berat. Di Kronjo, Mekar Baru, dan Gunung Kaler, kemarau ekstrem menyebabkan sumber air mengalami penurunan sehingga memengaruhi sawah pada musim tanam kedua.

Selain berkurangnya debit air, kawasan pesisir juga menghadapi persoalan penerobosan air laut. Balai Penyuluhan Pertanian Kronjo bahkan mengusulkan pembangunan bendungan karet sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan air bagi kawasan pertanian.

Luas Sawah Terdampak Bisa Bertambah

DPKP Kabupaten Tangerang belum menganggap angka 311,75 hektare sebagai kondisi final. Pemerintah daerah memperkirakan area yang menghadapi risiko gagal panen dapat bertambah apabila kemarau terus berlangsung.

Kondisi cuaca menjadi faktor yang sangat menentukan. Dampak kemarau panjang pada pertanian dapat semakin berat ketika tanaman memasuki fase yang membutuhkan banyak air tetapi sumber irigasi justru mengalami penurunan debit.

Tangerang Pernah Mengalami Puso Akibat Banjir

Ratusan Hektare Sawah Tangerang Puso

Menariknya, persoalan pertanian Tangerang pada 2026 bukan hanya kekeringan. Pada awal tahun, kondisi yang berlawanan justru terjadi ketika banjir merendam area persawahan. DPKP mencatat 1.387 hektare tanaman padi terdampak banjir berdasarkan rekapitulasi 27 Januari 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 194,5 hektare dilaporkan benar-benar mengalami puso atau gagal panen. Area puso saat itu antara lain terdapat di Cisoka, Panongan, Jayanti dan Balaraja. Kondisi ini memperlihatkan sektor pertanian Tangerang menghadapi tantangan dari dua ekstrem: kelebihan air saat musim hujan dan kekurangan air ketika kemarau.

Pemerintah Perlu Menjaga Produksi Padi

Ancaman gagal panen bukan hanya persoalan kerugian petani. Apabila terjadi dalam skala besar, penurunan produksi dapat memengaruhi pasokan pangan daerah. Karena itu, pengelolaan sumber air dan mitigasi kekeringan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian.

Pemantauan kondisi tanaman juga diperlukan agar bantuan dapat diberikan sesuai tingkat kerusakan. Pada kasus puso akibat banjir sebelumnya, DPKP Kabupaten Tangerang telah menyiapkan benih padi pengganti bagi kelompok tani yang lahannya mengalami gagal panen.

Ratusan Hektare Sawah Tangerang Puso saat ini masih berada pada kategori terancam atau berpotensi gagal panen. DPKP Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 311,75 hektare sawah menghadapi risiko tersebut akibat kemarau panjang berdasarkan data hingga 9 September 2026.

Luas area terdampak masih dapat bertambah apabila kekeringan berlanjut. Karena itu, ketersediaan air, pengelolaan irigasi, pemantauan tanaman dan dukungan kepada petani menjadi penting untuk mencegah semakin luasnya lahan yang benar-benar masuk kategori puso.

FAQ

Berapa luas sawah Tangerang yang terancam puso?
DPKP Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 311,75 hektare berdasarkan data hingga 9 September 2026.

Apa penyebab sawah Tangerang terancam gagal panen?
Penyebab utamanya adalah kekeringan akibat kemarau panjang yang mengurangi ketersediaan air untuk pertanian.

Apakah 311,75 hektare tersebut sudah semuanya gagal panen?
Belum. Informasi pemerintah menyebut lahan tersebut terancam atau diperkirakan terdampak puso, sehingga tidak tepat menyebut seluruhnya telah dipastikan gagal panen.

Apakah luas sawah yang terancam puso bisa bertambah?
Ya. DPKP menyatakan luas lahan berisiko gagal panen masih berpotensi meningkat apabila musim kemarau terus berlangsung.

Apakah Tangerang sebelumnya pernah mengalami puso pada 2026?
Ya. Pada Januari 2026, sekitar 194,5 hektare tanaman padi tercatat mengalami puso akibat banjir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *